<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Suara Amira</title>
	<atom:link href="http://suaraamira.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suaraamira.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2009 04:00:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='suaraamira.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Suara Amira</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://suaraamira.wordpress.com/osd.xml" title="Suara Amira" />
	<atom:link rel='hub' href='http://suaraamira.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>3. PENDEKATAN 7M  DARI HURUF (B) DALAM PEMAHAMAN KATA</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2009/04/13/3-pendekatan-7m-dari-huruf-b-dalam-pemahaman-kata/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2009/04/13/3-pendekatan-7m-dari-huruf-b-dalam-pemahaman-kata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 04:00:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlaq/ Moral]]></category>
		<category><![CDATA[7M]]></category>
		<category><![CDATA[DALAM]]></category>
		<category><![CDATA[DARI]]></category>
		<category><![CDATA[HURUF]]></category>
		<category><![CDATA[KATA]]></category>
		<category><![CDATA[PEMAHAMAN]]></category>
		<category><![CDATA[PENDEKATAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Bertolak dengan 7M, maka makna kata BERKATA BENAR DAN JUJUR, BERZINA, BOROS, BENCI, BERBANTAH-BANTAHAN, BUNUH DIRI, BALAS DENDAM sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt. Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=34&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Bertolak dengan 7M, maka makna kata BERKATA BENAR DAN JUJUR, BERZINA, BOROS, BENCI, BERBANTAH-BANTAHAN, BUNUH DIRI, BALAS DENDAM sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">3.1. BERKATA BENAR DAN JUJUR</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi orang yang selalu berkata benar maka wujud sikap dan perilakunya akan sangat disegani sehingga tingkat kedewasaan silahturahmi diperlihatkan dari sisi kepandaiannya bergaul di tengah-tengah masyarakat, jadi tidak heran pintu masyarakat selalu terbuka baginya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepandaian bergaul yang dimotori oleh lidah yang selalu berkata benar, tidak dusta, apapun dalam pebuatannya yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi dekat, yang sulit menjadi mudah, ibarat dunia baginya hanya sebesar kelereng<span id="more-34"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu simaklah ungkapan mengenai lidah sbb.:<br />
“Aku mengakui bahwa tidak ada yang patut di embah selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya Dan bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya”.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah ucapan “lidah” yang mempunyai pancaran iman dan akal yang sempurna. Karena itu, “lidah” termasuk diantara ni’mat Allah yang besar dan diantara ciptaan Tuhan yang amat halus dan ganjil. Lidah mempunyai bentuk yang indah, kecil dan menarik. Keimanan dan kekufuran seseorang tiada terang dan jelas, selain dengan kesaksian “lidah”. Lidah mempunyai keta’ataan yang besar dan mempunyai kedosaan yang besar pula. Anggota tubuh yang paling durhaka kepada manusia, ialah “lidah”. Sungguh lidah itu merupakan alat perangkap syetan yang paling jitu untuk menjerumuskan manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya dengan iman dan akal yang sempurna, manusia bisa memelihara dan menjaga dari bahaya-bahaya yang ditimbulkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">“Berjalan pelihara kaki, berkata peliharakan lidah” Demi-kianlah bunyi sebuah pepatah antik. Walaupun kata-kata itu telah usang kelihatannya, tetapi tetap berguna sepanjang masa.</p>
<p style="text-align:justify;">Lidah, apakah arti lidah, hanya sepotong daging kecil dari tubuh manusia yang telah sempurna. Tapi tanpa lidah, orang akan kekurangan, dan manusianya bertukar nama dengan nama dengan manusia bisu atau manusia yang tidak pandai berbicara.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan selanjutnya lidah dapat meni’mati makanan dan minuman yang enak dan lezat. Karena itu lidah mempunyai arti yang besar dalam hidup manusia.</p>
<p style="text-align:justify;">Lidahlah yang menghubungkan manusia dengan manusia. Lidahlah yang menciptakan segala bahasa. Lidahlah yang memberi suara semua pikiran dan cita. Lidahlah yang mem-beri nada segala rasa. Lidahlah yang memperindah nyanyi dan irama. Lidah dapat membuat hati yang rindu menjadi mesra-ria. Lidah yang bernasehat dapat menerangkan gelora amrah dalam dada.</p>
<p style="text-align:justify;">Lidah dapat memutar balikkan segala peristiwa. Lidah dapat mempesona masyarakat dan massa. Lidah dapat membuat o-rang yang menangis menjadi tertawa.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak kata-kata bersajak yang dibuat orang dengan lidah; lidahnya seperti madu, hatinya seperti empedu”. “Lidahnya berbisa”. “Lidanya seperti lidah ular, bercabang dua”. Lidah-nya fasih berbahasa. “ Dia pandai bersilat lidah” dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lidah seseorang dapat mengangkat derajat seseorang ketempat yang mulia.<br />
Seorang penyair berkata: Biarkan aku bicara, kemudian berilah aku nama, menurut penilaian anda”. Orang Belanda pun mempunyai pula satu peribahasa “Bila hati telah diliputi oleh rasa, mulut/lidah akan mengucapkannya dengan seindah kata. Tapi dibalik keindahan lidah, lidahpun dapat menim-bulkan bencana, fitnah lidah besar bahayanya. Lidah dapat membuat orang yang bersaudara, berpisah, porak-poranda. Lidah dapat membuat suasana damai menjadi berantakan dan berperang. Lidah dapat membuat orang bersatu berpecah belah dan beradu domba.</p>
<p style="text-align:justify;">Karena itu Rasulullah SAW. Bersabda ; “Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah,<br />
sebelum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk surga seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatan lidahnya” (Di riwayatkan oleh Ibnu Abid-Dunya dalam buku Bahaya Lesan oleh Imam Al Ghazali, sadruran oleh Labib MZ)</p>
<p style="text-align:justify;">Berbicara benar dan atau dusta (bohong) adalah aktualisasi dari lidah, dalam hal ini peranan naluri sangat menentukan dan seberapa jauh manusia dapat melepaskan diri pengaruh hawa nafsu akan sangat tergantung kepada tingkat kedewasaan dalam bertakwa kepada Allah SWT. Manusia dapat memanfaatkan pikiran, bagaimana caranya syetan masuk kedalam jiwa manusia, namun nafsu yang condong pada paham materialistis.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu peliharalah nalurimu dari hawa nafsu dengan mengingat surat dan ayat dibawah ini : Q.S. 33 : 70 „ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.“</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengingat hal-hal yang kita ketengahkan diatas, maka berkata benar adalah sendi kejujuran dalam menuju kenikmatan hidup, maka berpikirlah dalam realita hidup ini bahwa kemegahan lebih hampa, lebih fana dan lebih sering berubah daripada angin, sehingga berkata benar sebagai benih yang terus dapat menumbuhkan budi dan kebajikan dalam hati seseorang akan menjelma sebagai orang yang bijaksana berpikir sekali sebelum berbicara dua kali.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkata benar, kelihatannya mudah diwujudkan dalam sikap dan perilaku tapi kenyataannya sangat sulit untuk menanamkan pada diri ibarat seperti saya tidak peduli orang tidak mengenal saya, saya prihatin kalau saya tidak mengenal orang lain. Hanya dengan bertakwa kepada Allah SWT, ia dapat menuntun lidahnya, sehingga orang yang paling bijaksana dan paling bahagia ialah mereka yang mengerti dan sadar untuk apa ia dijadikan khalifah di muka bumi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memahami ungkapan dari kalimat diatas, maka cobalah anda renungkan kembali apa yang terkandung dalam surat dan ayat yang terungkap dibawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 2 : 282 „Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu`amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya, maka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih dapat menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu, (Tulislah mu`amalahmu itu), kecuali jika mu`amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan. Jika kamu lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 8 : 58 „Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan selalu merenung apa yang tertuang dalam Al Quran dan mendalami melalui 7M, maka dalam islam mengajarkan makna jujur dan dapat dipercaya untuk mendorong manusia untuk berkata atau berbuat sesuai dengan kenyataan. Oleh karena itu dalam menuju perjalanan hidup abadi, kita harus membiasakan diri menjadi kebiasaan yang produktif untuk berkata dan berbuat jujur, bila tidak kita berjalan untuk menjadi munafig.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah sabda Rasulullah saw. „Tanda-tanda orang munafiq itu ada tiga yaitu apabila berbicara bohong, apabila berjanji dipungkiri dan apabila dipercaya ia berkhiyanat“ (H.R.Bukhari)</p>
<p style="text-align:justify;">3.2. BERZINA</p>
<p style="text-align:justify;">Tak ada yang dapat menyangkal bahwa nafsu seksualitas memang sangat besar pengaruhnya. Tak ada satupun manusia yang tidak tahu bahwa keindahan untuk mencari kenikmatan melalui jalan bersetubuh. Jika kita dalam perjalanan hidup ini tidak mampu mengendalikannya, maka akan mempengaruhi jiwa kita dan mendorong menjadi suatu kebiasaan yang tidak terpuji.</p>
<p style="text-align:justify;">Mampukah manusia mengekang hawa nafsu, inilah satu tantangan, tapi bagi manusia yang mampu mempergunakan alat pikir berupa kesadaran, kecerdasan dan akal, tidak mungkin mendewakan hawa nafsu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pikiran diatas, maka dapat kita bayangkan bahwa hawa nafsu syahwat diibaratkan sebagai suatu penyakit berarti dengan akal sehat lebih baik kita menghindarinya dari pada mencegah karena tidak mampu mengekangnya untuk menyembuhkannya. Oleh karena itu untuk dapat memanfaatkan otak dan hati dalam bersikap dan berperilaku, doronglah kekuatan pikiran anda kedalam 7M, sejalan dengan itu cobalah renungngkan ungkapan dalam surat dan ayat dibawah ini sebagai suatu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Jadi dengan apa yang kita sebutkan untuk menuntun sikap dan perilaku yang terpuji, maka sangat bergantung usaha-usaha membangun kebiasaan yang produktif dengan mengamalkannya :</p>
<p style="text-align:justify;">Allah mengampuni orang yang dipaksakan melakukan zina:</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 33 “ Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri) nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebahagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu. Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa (itu).</p>
<p style="text-align:justify;">Dilarang berzina:</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 4:24“ dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari isteri-isteri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu ni`mati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 5 : 5 „Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 25 : 68 „Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya),</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 60 : 12 „Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatupun dengan Allah; tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dilarang mendekati zina:</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 17 : 32 „Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum bagi budak yang berzina:</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 4 : 25 „Dan barangsiapa di antara kamu (orang merdeka) yang tidak cukup perbelanjaannya untuk mengawini wanita merdeka lagi beriman, ia boleh mengawini wanita yang beriman, dari budak-budak yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu; sebahagian kamu adalah dari sebahagian yang lain, karena itu kawinilah mereka dengan seizin tuan mereka dan berilah maskawin mereka menurut yang patut, sedang merekapun wanita-wanita yang memelihara diri, bukan pezina dan bukan (pula) wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya; dan apabila mereka telah menjaga diri dengan kawin, kemudian mereka mengerjakan perbuatan yang keji (zina), maka atas mereka separo hukuman dari hukuman wanita-wanita merdeka yang bersuami. (Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kesulitan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antaramu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum bagi yang berzina :</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 4 : 15 „Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi diantara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 2“ Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum menuduh wanita baik berzina :</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 4“ Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima kesaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 5“ kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 23“ Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la`nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,</p>
<p style="text-align:justify;">Hukum menuduh istri berzina :</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 6“ Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 7“ Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 8“ Isterinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta,</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 9“ dan (sumpah) yang kelima: bahwa la`nat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Pria pezina untuk perempuan pezina</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24: 3” Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu&#8217;min.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 24 : 26” Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengingat kembali dari renungan yang terungkap dalam surat-surat dan ayat tersebut diatas dalam usaha untuk memahami mengenai hal-hal yang terkait dengan kata berzina, dibawah ini perlu kita menggerakkan kekuatan pikiran yang disebut dengan :</p>
<p style="text-align:justify;">*Anjuran berkawin.<br />
*Beberapa hukum perkawinan<br />
*Janji prasetia kepada Allah dan penyempurnaan agama islam<br />
*Sifat sifat hamba Allah yang mendapat kemuliaan<br />
*Perlakuan terhadap wanita-wanita mu’min yang masuk daerah islam<br />
*Beberapa tata krama pergaulan<br />
*Dasar-dasar untuk menetapkan perbuatan2 keji dan hukumnya<br />
*Hukum perzinaan<br />
*Hukum menuduh wanita yang baik2 berzina<br />
* Hukum Li’an ( ia harus bersumpah dengan nama Allah 4X</p>
<p style="text-align:justify;">Dapatkah peringatan tersebut untuk menuntun manusia dalam usaha mengekang hawa nafsu (seks), sangat bergantung tingkat kesadaran dari yang bersangkutan. Manusia yang dikuasai oleh kesadaran inderawi, dapat dibayangkan akan sulit untuk mengekang hawa nafsu karena yang terpikirkan dalam hidupnya, hanya membayangkan ingin memperoleh kenikmatan tersendiri, itulah bayangan manusia yang cinta dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi sebaliknya, manusia yang memahami makna „anjuran berkawin, maka dalam pikirannya untuk menuntun sikap dan perilaku, ia membayangkan makna hawa nafsu sebagai pemahaman yang terkait dengan meneruskan keturunan manusia di muka bumi.</p>
<p style="text-align:justify;">3.3. BOROS</p>
<p style="text-align:justify;">Coba bayangkan dalam pikiran anda hal-hal yang terkait dengan makna boros dalam kehidupan anda dan gerakkan kekuatan alat pikir, apapun yang ada di dalam pikiran anda untuk menyadarkan kuasa luar biasa dari pikiran anda untuk membentuk kehidupan anda.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengungkit pikiran anda agar mampu pemahaman „boros“ yang dapat merugikan sikap dan perilaku dalam kehidupan anda akan sangat bergantung apakah anda tidak takut kepada Allah swt.<br />
Oleh karena itu, kekuatan pikiran bawah sadar anda membangun kehidupan anda menurut pikiran dan kepercayaan anda. Sejalan dengan pikiran tersebut, renungkanlah ungkapan yang termuat dalam :</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 17 : 26 „ Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan; dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 17 : 27“ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua surat tersebut haruslah menjadi pendorong untuk menemukan jati diri anda sendiri, dalam mendalami makna boros dalam pikiran anda. Setiap pikiran menaburkan benih untuk dijadikan berbuah oleh roh. Apapun yang anda percayai dan yang anda fokuskan, akan terwujud.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dalam usaha anda untuk melakukan perubahan dalam pola pikir anda yang terkait dengan “boros”, maka berdoalah semoga anda selalu dekat dengan Allah swt, sehingga dapat memberikan kekuatan dan hikmat yang anda perlukan, oleh karena itu jangan pernah meragukan itu dan takut memanfaatkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pkiran diatas untuk mewujudkan “Tidak bertindak boros seperti yang tertuang dalam Q.S. 25 : 67“Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=34&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2009/04/13/3-pendekatan-7m-dari-huruf-b-dalam-pemahaman-kata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MEMBANGUN AKHLAK BERDASARKAN KEBIASAAN YANG PRODUKTIF DENGAN MENGUNGKIT KEKUATAN BERPIKIR DALAM MENEMUKAN JATI DIRI TANPA TOPENG KEPALSUAN</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2009/04/13/membangun-akhlak-berdasarkan-kebiasaan-yang-produktif/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2009/04/13/membangun-akhlak-berdasarkan-kebiasaan-yang-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 03:34:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[AKHLAK]]></category>
		<category><![CDATA[BERDASARKAN]]></category>
		<category><![CDATA[KEBIASAAN]]></category>
		<category><![CDATA[MEMBANGUN]]></category>
		<category><![CDATA[PRODUKTIF]]></category>
		<category><![CDATA[YANG]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[1. PENDAHULUAN Bila kita merenung sejenak untuk memanfaatkan kemampuan kita berpikir dalam menemukan diri menuju ke perjalanan hidup ini, maka kita harus berusaha menemukan tentang diri kita melalui suatu pendekatan yang kita sebut dengan menghayati makna kata sebagai daya dorong untuk membangun diri menuju perjalanan hidup yang abadi. Dengan membangun kebiasaan yang produktif tersebut, kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=28&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">1. PENDAHULUAN</p>
<p style="text-align:justify;">Bila kita merenung sejenak untuk memanfaatkan kemampuan kita berpikir dalam menemukan diri menuju ke perjalanan hidup ini, maka kita harus berusaha menemukan tentang diri kita melalui suatu pendekatan yang kita sebut dengan menghayati makna kata sebagai daya dorong untuk membangun diri menuju perjalanan hidup yang abadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan membangun kebiasaan yang produktif tersebut, kita menarik satu kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan kita mengenal tentang diri, agar kita mampu dapat menuntun dalam bersikap dan berperilaku sesuai dengan tuntunan ajaran agama yang mendidik manusia yang memIliki AKHLAK / MORAL.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu hanya dengan membangun kebiasaan yang produktif, kita mampu mengendalikan pemanfaatan harta, nafsu syahwat dan pangkat duniawi kedalam ruang dan waktu dalam menumbuh kembangkan ke dalam hati agar kita mampu meningkatkan arti kesadaran dalam diri manusia dari kesadaran inderawi ke sadaran rasional dalam kesiapan menuju kesadaran spiritual.</p>
<p style="text-align:justify;">Tingkat kesadaran hanya dapat ditingkatkan bila kita menghayati sepenuhnya keinginan ingin tahu melaluiproses kekuatan berpikir dari tidak tahu menjadi tahu dengan usaha-usaha dengan membangun kebiasaan yang produktif dengan memiliki kemampuan ilmu sebagai informasi, pengetahuan sebagai keterampilan dari pengalaman dan keinginan yang ditopang dengan niat untuk melakukan perubahan pola pikir dalam bersikap dan berperilaku dalam hubungan dengan manusia dan hubungan dengan Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk membangun kebiasaan yang produktif diatas, maka dengan kebiasaan dapat menuntun manusia ke jalan yang lurus dan benar yang sejalan dengan tuntunan agama. Sejalan dengan pikiran tersebut, maka untuk mengungkit kekuatan ingatan dalam menghayati , cabalah anda renungkan ungkapan Nabi Muhammad s.a.w “ Musuhmu yang paling besar ialah dirimu sendiri yang ada dalam badanmu” “Bekerjalah bagi kehidupanmu, seakan-akan kamu akan hidup selamanya dan beribadahlah kepada Tuhanmu seakan-akan kamu akan mati besok”.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi diperlukan suatu pendekatan untuk memanfaatkan otak dan hati dalam pola proses berpikir dalam membangun kebiasaan – kebiasaan yang produktif.<br />
Dalam hal ini untuk mengungkit kekuatan berpikir diperlukan satu pendekatan disatu sisi apa yang disebut dengan mendalami makna kata dan disisi lain menganalisa huruf dari unsur kata menjadi kata yang bermakna sebagai daya dorong dalam proses berpikir agar mampu memberikan inspirasi untuk berhasil untuk mewujudkan keinginan dalam kebiasaan yang produktif.</p>
<p style="text-align:justify;">Bertitik tolak dari pemikiran diatas, maka dengan otak dan hati, mendorong kita untuk “Membaca, Menterjemahkan, Meneliti, Mengkaji, Menghayati, Memahami dan mampu Mengamalkan (7M)”, itulah tanda kemampuan untuk melakukan perubahan. Untuk itu ubahlah cara berpikir anda, maka dunia anda akan berubah sejalan dengan perubahan kesadaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Menerapkan 7M diatas untuk mengungkap daya dorong dari kekuatan pikiran agar kita mampu memanfaatkan „otak dan hati“ dalam proses membangun kebiasaan yang produktif dengan pendekatan yang kita sebut 1) Menguraikan huruf dalam kata menjadi kata bermakna ; 2) Mendalami pemahaman makna kata menjadi menjadi untaian kalimat yang berharga.</p>
<p style="text-align:justify;">Menemukan jati diri, bukanlah sesuatu yang sederhana, oleh karena itu diperlukan satu usaha denga ketekunan untuk secara berkelancutan untuk menumbuh kembangkan kebiasaan yang produktif sebagai suatu cara untuk menuntun kekuatan pikiran dalam bersikap dan berperilaku baik dalam hubungan antara manusia dan hubungan dengan Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengungkapkan pikiran diatas, maka pergunakanlah sebaik mungkin atas alat pikiran berupa kesadaran, kecerdasan dan akal untuk kita selalu mengingat dalam melakukan perubahan dalam pola pikir sejalan dengan semangat jiwa yang bersih.</p>
<p style="text-align:justify;">Fitrah dan bakat manusia akan tumbuh dan berkembang sejalan dengan kebiasaan yang produktif yang didorong oleh kekuatan energi-energi yang dimilikinya yaitu ilmu, pengetahuan dan keinginan yang dilandasi oleh niat yang kuat sebagai manusia dengan sikap dan berperilaku menuju kesempurnaan melalui proses penyucian diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia menurut fitrahnya beragama tauhid, yang termuat dalam Q.S. 30 : 30 “<br />
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya cobalah renungkan pula bahwa jadi dengan kekuatan fitrah dan bakat, maka ingatlah selalu Nabi Muhammmad saw, bersabda :<br />
“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci bersih, fitrah. Orang tuanyalah yang akan menjadikan ia sebagai orang Nasrani atau Yahudi. Keimanan orang tua dan pola pikir mereka akan mempengaruhi pikran anak yang memang masih mudah terkena pengaruh”</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dengan pendekatan 7M, manusia bergerak menuju kesempurnaan melalui proses penyucian diri untuk membangun moral / akhlak yang terpuji dengan menyadari pemahaman yang mendalam mengenai sebab-sebab kejahatan dan belajar adakah manusia terlahir sebagai penjahat, oleh karena itu renungkan mengenai manusia siapa, darimana dan kemana ?</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai langkah untuk terus mengingat hal-hal yang diungkapkan diatas diperlukan apa yang disebut dengan pedoman untuk pikiran, pedoman untuk organ tubuh, pedoman untuk jiwa., melalui daya dorong dengan pemahaman yang mendalam tentang moral / akhlak.<span id="more-28"></span></p>
<p style="text-align:justify;">2. PENDEKATAN 7M DARI HURUF (A) MENJADI KATA BRMAKNA</p>
<p style="text-align:justify;">Bertolak dengan 7M, maka makna kata AMANAH, AMPUNAN, ANIAYA dan ANGKUH sebagai daya dorong agar kita selalu meyakini bahwa dalam bersikap dan berperilaku kita selalu diawasi oleh Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan cara begitu pikiran kita akan dibawa ke alam yang penuh keyakinan bahwa kita diciptakan oleh Allah Swt sebagai mahkluk yang paling mulia disisinya, oleh karena itu kita harus menyadari arti sepenuhnya keberadaan kita di dunia untuk tujuan ahkerat. Hal tersebut hanya dapat dicapai bila kita setiap waktu mampu memanfaatkan kemampuan berpikir dalam usaha untuk mensucikan hati agar kita selalu diingatkan untuk mengetahui diri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">2.1. KATA AMANAH</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menghayati apa yang diajarkan dalam Al Qur’an mengenai kata amanah sebagai salah satu landasan untuk meningkatkan ahklak / moral dalam kehidupan kita, dapat kita baca dalam surat dan ayat dibawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 2 : 283 “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu`amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 33 : 72 “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 8 : 27 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 4 : 58 “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 23 : 8 “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,“</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 70 : 32 “Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.“</p>
<p style="text-align:justify;">Apa yang dapat kita petik dari surat dan ayat yang kita ungkapkan diatas, mengingatkan kepada kita pentingnya kita mendalami dengan 7M dalam makna amanah yang terungkapkan didalam surat dan ayat tersebut untuk menjadi sumber penggerak pikiran kita mengenai :</p>
<p style="text-align:justify;">• Pentingnya menyadari kesaksian dalam mu’amalah.<br />
• Segi kezaliman dan kebodohan mansia ialah mau menerima tugas, tetapi tidak melaksanakannya.<br />
• Larangan berkhianat dan faedah bertakwa.<br />
• Landasan meletakkan dasar kita berpijak yang terkait dengan aturan.<br />
• Salah satu sifat yang menjadikan orang-orang mu’mim beruntung.<br />
• Kewajiban menta’ati perintah Allah dan Rasul-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi dengan mendalami ungkapan diatas, manusia seharusnya menyadari arti keberadaannya didunia sebagai mahkluk yang paling mulia disisi Allah Swt. Dengan pendalaman 7M itu sudah seharusnya manusia harus pula menyadari untuk terus meningkatkan pemahaman tentang dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, maka dibawah ini kita mencoba untuk menyadarkan agar kita tunduk seperti yang diperintahkan, tapi yang menjadi persoalan kita, bagaimana caranya agar kita selalu dapat mengingatkan diri ini agar gerakan berpikir menuju ke satu arah amanah yang telah dibebankan kepada manusia. Untuk kebutuhan itu marilah kita mencoba untuk terus mempengaruhi dalam proses berpikir dengan menghayati makna hururuf menjadi kata bermakna sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">Kata AMANAH, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A)Mal ;(M) anusia ;(A) kal ; (N) afsu ; (A) jal ; (H) ihup, maka bila kita renungkan makna kata tersebut memberikan daya dorong dalam proses berpikir agar sikap dan perilaku kita tertuntun dalam usaha menyadarkan tentang keberadaan diri kita dibumi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Marilah kita mencoba untuk mengingatkan kembali dalam ingatan kita mengenai huruf dalam kata tersebut seperti yang tertuang dalam surat dan ayat :</p>
<p style="text-align:justify;">AMAL, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Amal yang menentukan derajat manusia dalam Q.S. 6 : 132 “Dan masing-masing orang memperoleh derjat-derjat (seimbang) dengan apa yang dikerjakannya. Dan Tuhanmu tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan amal dapat dicapai kemenangan akhirat dalam Q.S. 37 : 61 “Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang bekerja.</p>
<p style="text-align:justify;">Setiap amal dicatat Malaikat dalam Q.S. 78 : 29 “dan segala sesuatu telah Kami catat dalam suatu kitab.”</p>
<p style="text-align:justify;">MANUSIA, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia amat diperhatikan Allah dalam Q.S. 55 : 31 “Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia diistimwakan Allah dalam Q.S. 17 : 70 “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.</p>
<p style="text-align:justify;">AKAL, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Agar kalian menggunakan akal dalam Q.S. 2 : 73, 242 “Lalu Kami berfirman: &#8220;Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!&#8221; Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kamu mengerti “<br />
“Demikianlah Allah menerangkan kepadamu ayat-ayat-Nya (hukum-hukum-Nya) supaya kamu memahaminya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya orang berakal yang dapat mengambil pelajaran dalam Q.S. 14 : 52 “(Al Qur&#8217;an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran.”</p>
<p style="text-align:justify;">NAFSU, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 2 : 87 “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?</p>
<p style="text-align:justify;">Allah mengunci hati orang yang menuruti nafsu dalam Q.S. 45 : 23 “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?</p>
<p style="text-align:justify;">AJAL, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an:</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 3 : 145 “Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 6 : 2 “Dialah Yang menciptakan kamu dari tanah, sesudah itu ditentukannya ajal (kematianmu), dan ada lagi suatu ajal yang ditentukan (untuk berbangkit) yang ada pada sisi-Nya (yang Dia sendirilah mengetahuinya), kemudian kamu masih ragu-ragu (tentang berbangkit itu).</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai ajal tiba, tetap menyembah Allah dalam Q.S. 15 : 99 “dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).</p>
<p style="text-align:justify;">HIDUP, tertuang diantaranya dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Hidup sebagai ujian / cobaan dalam Q.S. 67 : 2 “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.</p>
<p style="text-align:justify;">Hanya hidup di dunia yang dipercayai dalam Q.S. 6 : 29 “Dan tentu mereka akan mengatakan (pula): &#8220;Hidup hanyalah kehidupan kita di dunia saja, dan kita sekali-kali tidak akan dibangkitkan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Allah menghidupkan dan mematikan dalam Q.S. 2 : 28 “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?</p>
<p style="text-align:justify;">KESIMPULAN :</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan menghayati kata yang bermakna dari huruf yang kita utarakan diatas diharapkan akan selalu mengingatkan kita dalam menuju perjalanan hidup yang abadi, maka disitu terletak keinginan kita untuk meningkatkan arti penting untuk selalu mengingat dalam kita bersikap dan berperilaku yang akan selalu didorong oleh pikiran-pikiran ke jalan yang selalu diridhoi oleh Allah Swt.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi bila kita mengingat huruf dalam kata AMANAH berarti pula kita akan selalu ingat untuk menghayati tentang pemahaman kita menuju perjalanan hidup abadi dengan meningkatkan makna Akhlak kedalam diri kita dalam bersikap dan berperilaku karena ia akan selalu memancarkan cahaya dalam mewujudkan kesucian hati.</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah selalu bahwa untaian kalimat dari huruf menjadi kata bermakna mengenai AMANAH sebagai berikut : “ Melaksanakan (A)MAL oleh (M)ANUSIA dengan memanfaatkan (A)KAL yang sehat dalam proses berpikir agar mampu menahan hawa (N)AFSU agar kita mampu menerima (A)JAL secara ikhlas setelah kita dipanggil oleh Allah Swt maka (H)IDUP ini perlu kita pertanggung jawabkan“</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mengingat-ingat kata tersebut kita akan berusaha pula untuk mempelajari khasanah ilmu yang dituangkan didalam Al Qur’an yang begitu banyak surat dan ayat yang dapat menuntun kepribadian kita menjadi manusia yang diciptakan oleh Allah Swt yang memiliki Akhlak.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, tekad untuk mendidik jiwa, sangat tergantung kepada manusia yang mengerti arti keberadaannya hidup di dunia sehingga ia dapat menangkap sebuah peringatan untuk menjauhkan jiwa dari tempat maksiat.</p>
<p style="text-align:justify;">2.2. KATA AMPUNAN</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menghayati apa yang diajarkan dalam Al Qur’an mengenai kata AMPUNAN sebagai salah satu landasan untuk meningkatkan ahklak / moral dalam kehidupan kita, dapat kita baca dalam surat dan ayat seperti yang terungkap dibawah ini :</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 3 : 159 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 4 : 27 – 28 “Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).<br />
“Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 7 : 199 “Jadilah engkau pema`af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma`ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 11 : 11 “kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 39 : 24 “Maka apakah orang-orang yang menoleh dengan mukanya menghindari azab yang buruk pada hari kiamat (sama dengan orang mu&#8217;min yang tidak kena azab)? Dan dikatakan kepada orang-orang yang zalim: &#8220;Rasakanlah olehmu balasan apa yang telah kamu kerjakan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 53 : 32 “(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.</p>
<p style="text-align:justify;">Q.S. 64 : 16 “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memahami makna ampunan seperti yang diajarkan dalam Al Qur’an diantara surat dan ayat tersebut diatas, maka kita lebih meyakini lagi bahwa usaha untuk menghadapi jika rasa sedih, gundah, gelisah dan rasa malumu akan muncul dihadapan kita yang disebut dengan murka Allah Swt dan cinta Allah Swt kepada dirimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itulah kita harus terus mengasyah jiwa dengan memahami yang lebih medalam apa-apa yang diajarkan mengenai :</p>
<p style="text-align:justify;">• Sifat akhlak Nabi yang harus kita teladani.<br />
• Mampu mengendalikan hawa nafsu<br />
• Memahami dasar-dasar al-akhlaqul karimah.<br />
• Memahmi perbedaan sifat orang-orang kafir dan sifat orang mu’mim.<br />
• Menjauhi dosa besar dan mendapat ampunan dari Allah<br />
• Hati-hatilah terhadap kehidupan duniawi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengam menyelami makna ampunan yang kita ungkapkan diatas, maka diharapkan ia dapat menyirami kesucian hati sebagai landasan agar kita dalam bersikap dan berperilaku didasarkan adanya kemampuan kita memanfaatkan pikiran ke jalan yang benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran itu, untuk menumbuhkan kembangkan kesadaran kita yang lebih mendalam dan menghayati makna ampunan agar dapat kita aktualisasikan dalam kehidupan, diperlukan pula satu pemikiran yang menggerahkan proses kemampuan berpikir menuju kearah peningkatan akhlak.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata AMPUNAN, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) kal ;(M) anusia ;(P) atuh ; (U) saha ; (N) asehat ; (A) gama ; (N) eraka. Bila kita renungkan makna kata tersebut memberikan daya dorong dalam proses berpikir agar sikap dan perilaku kita tertuntun dalam usaha menyadarkan tentang keberadaan diri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">AKAL, surat dan ayat lain yang tertuang dalam Al Qur’an diantaranya :</p>
<p style="text-align:justify;">Kepada orang yang menggunakan akal, Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya S.Q. 30 : 28 “Dia membuat perumpamaan untuk kamu dari dirimu sendiri. Apakah ada diantara hamba-sahaya yang dimiliki oleh tangan kananmu, sekutu bagimu dalam (memiliki) rezki yang telah Kami berikan kepadamu; maka kamu sama dengan mereka dalam (hak mempergunakan) rezki itu, kamu takut kepada mereka sebagaimana kamu takut kepada dirimu sendiri? Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat bagi kaum yang berakal.</p>
<p style="text-align:justify;">Sikap orang berakal S.Q. 39 : 17 – 18 “Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku”</p>
<p style="text-align:justify;">“yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”</p>
<p style="text-align:justify;">MANUSIA, surat dan ayat lain yang tertuang dalam Al Qur’an diantaranya :</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia amat loba dunia S.Q. 2 : 96 “Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia hanya bertanggung jawab atas amalnya sendiri dalam S.Q. 2 : 134 “Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.”</p>
<p style="text-align:justify;">Manusia pasti kembali kepada Allah dalam S.Q. 2 : 28 “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?</p>
<p style="text-align:justify;">PATUH, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :<br />
dalam S.Q. 24 : 51 Tak ada pilihan lain kecuali patuh “Sesungguhnya jawaban orang-orang mu&#8217;min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan.&#8221; &#8220;Kami mendengar dan kami patuh.&#8221; Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.</p>
<p style="text-align:justify;">Perintah mematuhi syarial dalam S.Q. 45 : 18 “Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.</p>
<p style="text-align:justify;">USAHA, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Usaha ke arah kehidupan duniawi dalam S.Q. 17 : 18 “Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.</p>
<p style="text-align:justify;">Usaha ke arah kehidupan ukhrawi dalam S.Q. 17 : 19 “Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu&#8217;min, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalas dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;">NASEHAT, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Saling menasehati dengan kebaikan dalam S.Q. 103 : 3” kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.</p>
<p style="text-align:justify;">Nasehat Luqman kepada anaknya dalam S.Q. 31 : 12-13 “Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: &#8220;Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: &#8220;Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">AGAMA, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Agama yang diridhai Allah dalam S.Q. 3 : 19 “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perintah mendengarkan eruan agama dalam S.Q. 64 : 16 “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta ta`atlah; dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.</p>
<p style="text-align:justify;">NERAKA, diantaranya tertuang dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Keadaan didalam neraka dalam S.Q. 3 : 12 “Katakanlah kepada orang-orang yang kafir: &#8220;Kamu pasti akan dikalahkan (di dunia ini) dan akan digiring ke dalam neraka Jahannam. Dan itulah tempat yang seburuk-buruknya&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang tidak dapat keluar dari neraka dalam S.Q. 5 : 37 “Mereka ingin ke luar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat ke luar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal.”</p>
<p style="text-align:justify;">KESIMPULAN :</p>
<p style="text-align:justify;">Usaha untuk membangun akhlak merupakan proses yang harus dilakukan secara sadar artinya keinginan untuk melaksanakan kemampuan berpikir secara methodis mendorong seseorang menyatukan kemampuan akal dan hati seperti halnya kita harus memahami makna AMANAH.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu untuk mendukung landasan dalam pemahaman AMANAH diperlukan pula mendalami makna AMPUNAN sebagai penggerak dalam proses peningkatan berpikir untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku dalam kehidupan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Jadi bila kita dapat memahami dari sisi huruf dalam kata AMANAH dan kita rumuskan menjadi untaian kalimat yang bermakna, maka ia harus dapat dijadikan renungan untuk mendalami untuk tidak terjerumus sebagai orang kafir dan munafik.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan pemikiran diatas, maka makna AMPUNAN yang harus kita bangkitkan kedalam hati adalah kemampuan (A)KAL yang diaktualisasikan oleh (M)ANUSIA agar kita selalu (P)ATUH atas perintah yang diajarkan dalam islam agar menjadi (U)SAHA sebagai bagian dari kebiasaan untuk menuruti (N)ASEHAT-NASEHAT yang diajarkan dalam (A)GAMA agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang masuk (N)ERAKA.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan mendalami makna AMPUNAN dari sisi huruf menjadi kata yang bermakna seperti yang kita uraiankan sebelumnya mampu mempertebal arti keberadaan di bumi sebagai landasan dalam bersikap dan berperilaku agar kita selalu ingat apakah itu dosa yang terpikirkan, itulah sekelunit yang diajarkan kepada diri kita.</p>
<p style="text-align:justify;">Tanpa usaha-usaha yang mendasar untuk membangun akhlak kiranya kita hidup di tengah masyarakat yang penuh dengan topeng kehidupan, kiranya sangat sulit untuk menyadarkan diri, apabila kebiasaan untuk membangun itu tidak dalam pikiran menuju kehidupan yang abadi.</p>
<p style="text-align:justify;">2.3. KATA ANIAYA</p>
<p style="text-align:justify;">Kata ANIAYA juga merupakan landasan yang dapat mendorong usaha-usaha membangun akhlak manusia, bila yang bersangkuta mau memikirkan<br />
dalam bersikap dan berperilaku. Oleh karena itu marilah kita mencoba untuk memahaminya apa yang tertuang dalam Al Qur’an, diantaranya dalam surat dan ayat dibawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 2 : 281 “Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 3 : 108 “Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 4 : 30 “Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 5 : 2 “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi`ar-syi`ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Al Qur’an makna ANIAYA begitu banyak diungkap dalam surat-surat dan ayat, selain yang kita ungkapkan diatas, maka cobalah untuk mendalaminya sebagai bahan dalam usaha kita untuk membangun akhlah sebagai yang tidak bisa kita elakkan dalam kehidupan mengenai ANIAYA yang akan selalu akan kita hadapi. Sejalan dengan pikiran tersebut, maka apa yang dapat mendorong orang untuk memikirkan dari sekelunit surat dan ayat yang telah kita ungkapkan diatas sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">• Kita harus menyadari adanya hukum rimba.<br />
• Keharusan menjaga persatuan<br />
• Islam melindungi hak milik laki-laki dan perempuan.<br />
• Janji prasetia kepada Allah dan penyempurnaan agama islam</p>
<p style="text-align:justify;">Kata ANIAYA, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) ncaman ;(N) afsu ;(I) ngat ; (A) mpun ; (Y) akin ; (A) khirat. Bila kita renungkan makna kata tersebut memberikan daya dorong dalam proses berpikir agar sikap dan perilaku kita tertuntun dalam usaha menyadarkan tentang keberadaan diri kita. Sejalan dengan pemahaman itu diperlukan pendalaman mengenai makna huruf menjadi kata sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">ANCAMAN, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Ancaman Allah terhadap orang durhaka dalam S.Q. 55 : 31 “Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.</p>
<p style="text-align:justify;">Ancaman Allah terhada orang kafir dalam S.Q. 3 : 10 “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,</p>
<p style="text-align:justify;">NAFSU, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Allah mengunci hati orang yang menuruti nfsu dalam S.Q. 45 : 23 “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?</p>
<p style="text-align:justify;">Nafsu selalu mendorong pada kejahatan kecuali yang diberi rahmat Tuhan dalam S.Q. 12 : 53 “Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.</p>
<p style="text-align:justify;">INGAT, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Ingatlah Allah niscaya akan mendapat rahmat dalam S.Q. 2 : 152 “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni`mat) -Ku.”</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat Allah akan menentramkan hati dalam S.Q. 13 : 19 “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,”</p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat Allah menambah berani / keyakinan dalam S.Q. 8 : 45 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.”</p>
<p style="text-align:justify;">AMPUN, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Allah mengabulkan yang minta ampun dalam S.Q. 4 : 110 “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</p>
<p style="text-align:justify;">Allah pemberi ampun dan karunia dalam S.Q. 2 : 268 “Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”</p>
<p style="text-align:justify;">Malaikat memintakan ampun bagi orang yang bertaubat dalam S.Q. 40 : 7 “(Malaikat-malaikat) yang memikul `Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): &#8220;Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala,</p>
<p style="text-align:justify;">YAKIN, diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Meyakini tentang perjumpaan dengan Allah dalam S.Q. 2 : 46 “(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Keyakinan Kafir tentang keadaan setelah mati dalam S.Q. 3 : 5 “(yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”</p>
<p style="text-align:justify;">Keyakinan yang benar (haqqul yaqin) dalam S.Q. 56 : 95 “Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Menyembah Allah tanpa keyakinan penuh dalam S.Q. 22 : 11 “Dan di antara manusia ada orang yang menyembah Allah dengan berada di tepi; maka jika ia memperoleh kebajikan, tetaplah ia dalam keadaan itu, dan jika ia ditimpa oleh suatu bencana, berbaliklah ia ke belakang. Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.</p>
<p style="text-align:justify;">AKHIRAT,diantaranya tercantum dalam Al Qur’an :</p>
<p style="text-align:justify;">Barangsiapa yang buta hati di dunia maka ia akan tersesat di akhirat dalam S.Q. 17 : 22 “Janganlah kamu adakan tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).</p>
<p style="text-align:justify;">Hidup kembali di akhirat dalam S.Q. 2 : 28 “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?</p>
<p style="text-align:justify;">KESIMPULAN :</p>
<p style="text-align:justify;">Kata AMANAH dan AMPUN telah kita ungkapkan dalam rangka untuk meningkatkan akhlak manusia bergerak menuju kesempurnaan, oleh karena itu kita perlu terus mencari makna kata lain yang mendorong kemampuan kita memanfaatkan pikiran agar sikap dan perilaku kita terus tertuntun olehnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dibawah ini akan kita utarakan kata ANIAYA, yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuh kembangkan keinginan kita untuk terus mencintai kesempurnaan dalam rangka mengenal tentang diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memahmai unsur huruf dalam kata ANIAYA diharapkan kita mampu meningkatkan kemampuan berpikir untuk mampu membangun pengendalian diri dan disiplin diri karena kita memiliki kekuatan akal untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata ANIAYA, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) ncaman ;(N) afsu ;(I) ngat ; (A) mpun ; (Y) akin ; (A) khirat. Bila dari ungkapan kata tersebut kita renungkan kedalam untaian kalimat, maka makna ANIAYA adalah mengingatkan kesadaran kita atas (A)NCAMAN yang ditimbulkan oleh (N)AFSU dari perbuatan yang tercela, oleh karena itu (I)NGATlah selalu agar kita selalu meminta (A)MPUN dengan satu usaha dengan ke (Y)AKINan menggerakkan kecerdasan dan akal untuk memahami keberadaan (A)KHIRAT.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memahami makna kata ANAIAYA dalam proses berpikir untuk menuntun sikap dan perilaku menjadi manusia yang memiliki akhlak, maka diperlukan motivasi untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. sebagai jalan keluar untuk menemukan diri dalam usaha menuju peralanan hidup yang abadi.</p>
<p style="text-align:justify;">2.4. ANGKUH</p>
<p style="text-align:justify;">Kata ANGKUH juga merupakan landasan yang dapat mendorong usaha-usaha membangun akhlak manusia, bila yang bersangkutan mau memikirkan<br />
dalam bersikap dan berperilaku agar tidak menjadi sombong dalam arti lainnya. Oleh karena itu marilah kita mencoba untuk memahaminya apa yang tertuang dalam Al Qur’an, diantaranya dalam surat dan ayat dibawah ini:</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 31 : 18 “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 51 : 44 “Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejenak bila kita renungkan kedua surat tersebut diatas, mengusik rasa dalam mengungkitkan kesadaran manusia yang lupa arti keberadaannya dibumi sebagai makhluk yang paling mulia diciptakan oleh Allah Swt. Tapi yang menjadi persoalaan kita bila tingkat kesadaran indrawi manusia tidak berubah, maka dalam kehidupan sering kita ketemukan sikap dan perilaku yang angkuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam Al Qur’an makna ANGKUH begitu banyak diungkap dalam surat-surat dan ayat, selain yang kita ungkapkan diatas, maka cobalah untuk mendalaminya sebagai bahan dalam usaha kita untuk membangun akhlah sebagai yang tidak bisa kita elakkan dalam kehidupan mengenai ANGKUH yang akan selalu akan kita hadapi. Sejalan dengan pikiran tersebut, maka apa yang dapat mendorong orang untuk memikirkan dari sekelunit surat dan ayat yang telah kita ungkapkan diatas sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">• Nasehat Luqman kepada anaknya<br />
• Kisah tentang umat-umat yang dahulu yang mendustakan para Nabi.</p>
<p style="text-align:justify;">Oleh karena itu, marilah kita mencoba mengetuk mata hati ini melalui pemahaman kata ANGKUH, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) ncaman ;(N) afsu ;(G) anjaran ; (K) acau ; (U) saha ; (H) hidup. Bila kita renungkan makna kata tersebut memberikan daya dorong dalam proses berpikir agar sikap dan perilaku kita tertuntun dalam usaha menyadarkan tentang keberadaan diri kita. Sejalan dengan pemahaman itu diperlukan pendalaman mengenai makna huruf menjadi kata sebagai berikut :</p>
<p style="text-align:justify;">ANCAMAN, diantaranya tercantum di dalam Al Qur’an sbb. :</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 3 : 10 “Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda dan anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak (siksa) Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka,</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 7 : 70 “Mereka berkata: &#8220;Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? Maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 11 : 32 “Mereka berkata: &#8220;Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">NAFSU,</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 2 : 87 “Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu`jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul-Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 4 : 27 “Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 5 : 29 “&#8221;Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh) ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan yang demikian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zalim.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">GANJARAN,</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 4 : 40 “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 6 : 160 “Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).</p>
<p style="text-align:justify;">KACAU,</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 9 : 94 “Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan `uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: &#8220;Janganlah kamu mengemukakan `uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 50 : 5 “Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan `uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: &#8220;Janganlah kamu mengemukakan `uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan&#8221;.</p>
<p style="text-align:justify;">USAHA,</p>
<p style="text-align:justify;">Tiap diri mendapat balasan dar yang di-usaha-kannya, tercantum dalam<br />
S.Q. 2 : 134 “Itu adalah umat yang lalu; baginya apa yang telah diusahakannya dan bagimu apa yang sudah kamu usahakan, dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 14 : 51 “agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 20 : 15 “agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 53 : 39 “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.</p>
<p style="text-align:justify;">HIDUP,</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 2 : 28 “Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 3 : 2 “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 4 : 109 “Beginilah kamu, kamu sekalian adalah orang-orang yang berdebat untuk (membela) mereka dalam kehidupan dunia ini. Maka siapakah yang akan mendebat Allah untuk (membela) mereka pada hari kiamat? Atau siapakah yang jadi pelindung mereka (terhadap siksa Allah)?</p>
<p style="text-align:justify;">S.Q. 7 : 10 “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.</p>
<p style="text-align:justify;">KESIMPULAN :</p>
<p style="text-align:justify;">Kata AMANAH, AMPUN, ANIAYA telah kita ungkapkan dalam rangka untuk meningkatkan akhlak manusia bergerak menuju kesempurnaan, oleh karena itu kita perlu terus mencari makna kata lain yang mendorong kemampuan kita memanfaatkan pikiran agar sikap dan perilaku kita terus tertuntun olehnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dibawah ini akan kita utarakan kata ANGKUH, yang dapat dimanfaatkan untuk menumbuh kembangkan keinginan kita untuk terus mencintai kesempurnaan dalam rangka mengenal tentang diri kita sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memahmai unsur huruf dalam kata ANGKUH diharapkan kita mampu meningkatkan kemampuan berpikir untuk mampu membangun pengendalian diri dan disiplin diri karena kita memiliki kekuatan akal untuk menuntun dalam bersikap dan berperilaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata ANGKUH, bila diuraikan dari sisi huruf menjadi kata bermakna yaitu (A) ncaman ;(N) afsu ;(G) anjaran ; (K) acau ; (U) saha ; (H) hidup. Bila dari ungkapan kata tersebut kita renungkan kedalam untaian kalimat, maka makna ANGKUH adalah bersikap dan berperilaku dapat menimbulkan (A)ncaman yang digerakkan oleh ketidak mampuan mengendalikan (N)afsu yang berdampak kedalam pikiran yang (K)acau mengarah kepada (U)saha yang menjauhkan (H)idup dalam perjalanan yang abadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memahami makna kata ANGKUH dalam proses berpikir untuk menuntun sikap dan perilaku menjadi manusia yang memiliki akhlak, maka diperlukan motivasi untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt. sebagai jalan keluar untuk menemukan diri dalam usaha menuju peralanan hidup yang abadi.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=28&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2009/04/13/membangun-akhlak-berdasarkan-kebiasaan-yang-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAHABAT PEMETIK JANJI SURGA</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2008/07/06/sahabat-pemetik-janji-surga/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2008/07/06/sahabat-pemetik-janji-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 04:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[SOSOK YANG SANGAT TAKUT KEPADA ALLAH Duhai putra-putriku &#8230;.. Mungkin kita akan saling bertanya-tanya, bagaimana mungkin Abu Bakar Ash Shiddiq tidak akan berhak untuk masuk surga Allah dan mendapat kabar gembira seperti itu, sementara beliau adalah seorang yang sangat takut kepada Allah ? Dengerlah, wahai anakku tercinta, perkataan Abu Bakar Ash Shiddiq ini : „Aku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=26&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">SOSOK YANG SANGAT TAKUT KEPADA  ALLAH</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://img74.imageshack.us/img74/2194/82678578zn5.jpg" alt="" width="497" height="340" /></p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Duhai putra-putriku &#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">Mungkin  kita akan saling bertanya-tanya, bagaimana mungkin Abu Bakar Ash Shiddiq tidak akan berhak untuk masuk surga Allah dan mendapat kabar gembira seperti itu, sementara beliau adalah seorang yang sangat takut kepada Allah ?</p>
<p style="text-align:justify;">Dengerlah, wahai anakku tercinta, perkataan Abu Bakar Ash Shiddiq ini : „Aku ingin seandainya aku hanya berupa sehelai rambut di rusuk seorang hamba yang beriman“</p>
<p style="text-align:justify;">Umar ibnul Khaththab pernah menemui beliau, pada waktu itu beliau sedang menarik-narik lidahnya. Umar pun berkata kepada nya, „Ada apa ini ? Semoga Allah mengampunimu !!</p>
<p style="text-align:justify;">Maka Abu Bakar menjawab, „Sesungguhnya inilah yang menggiringku ke neraka“</p>
<p style="text-align:justify;">Duhai anak-anakku tercinta &#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Apabila beliau menunaikan Shalat dan membaca Al Qur’an, beliau menangis sejadi-jadinya karena sangat takut kepada Allah.<span id="more-26"></span></p>
<p style="text-align:justify;">SOSOK YANG ZUHUD DAN WARA’</p>
<p style="text-align:justify;">Duhai anakku, duhai sayangku &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagaimana mungkin Abu Bakar tidak akan menjadi penduduk surga, sementara dia adalah seorang yang zuhud dan wara’?</p>
<p style="text-align:justify;">Para penulis perjalanan hidup para sahabat menceritakan, suatu ketika  budak Abu Bakar datang membawa makanan, lalu Abu Bakar pun memakannya sesuap. Kemudian budak itu berkata :</p>
<p style="text-align:justify;">„Biasanya engkau selalu bertanya padaku, dari mana makanan ini, tetapi mengapa malam ini engkau tidak menanyakannya“?</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Bakar menjawab: „Rasa lapar membuatku lupa menanyakannya. Dari mana makanan ii „? Budak itu menjawab, „Aku melewati suatu kaum, lalu aku meruqyah dengan cara jahiliyah. Setelah itu menjamuku dan memberiku makanan ini“</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Bakar berkata, Celaka engkau, hampir saja engkau membiasakan aku“! Kemudian beliau memasukkan jarinya ke krongongannya dan berusaha memuntahkan makanan itu, namun tidak berhasil.</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau pun diberitahu, „Makanan itu tidak akan keluar kecuali dengan menguk air.“</p>
<p style="text-align:justify;">Segera belaiu minum dan berusaha memuntahkan hingga berhasil mengeluarkannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Melihat perbuatan Abu Bakar itu, seseorang mengatakan kepada Beliau, „Semoga Allah merahmatimu. Ini semua gara-gara satu suapan makanan.“</p>
<p style="text-align:justify;">Abu Bakar menanggapi, „Seandainya makanan tadi tidak keluar kecuali bersama nyawaku, maka aku tetap akan mengeluarkannya.“</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah wahai anak-anakku tercinta, Abu Bakarbenar-benar seorang yang zuhud dan wara’.</p>
<p style="text-align:justify;">SEORANG MUJAHID YANG PEMBERANI</p>
<p style="text-align:justify;">Duhai putra-putriku &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari, Ali bi Thalib bertanya, „Beritahukan padaku, siapa orang yang paling pemberani!“ Orang-orang pun mengatakan<br />
„Engkau“.</p>
<p style="text-align:justify;">Kata Ali, „Kalau aku bertanding dengan seseorang, maka hanya sebanding kuatnya. Namun beritahu aku, siapa orang yang paling pemberani !“</p>
<p style="text-align:justify;">„Kami tidak tahu,“ jawab mereka. Pada waktu ti Abu Bakar telah meningggal sejak beberapa tahun yang lalu sehingga tidak terlintas di benak mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Ali pun berkata, „Yang paling pemberani adalah Abu Bakar. Pada waktu perang Badr, kami membuat singgasana bagi Rasullulah lalu kami berkata, „Siapa yang mau menyertai Rasulullah agar tidak ada satu pun dari kaum musyrikin yang bisa mendekati beliau?“</p>
<p style="text-align:justify;">Demi Allah, saat itu tidak ada satu pun dari kami yang mau mendekat, kecuali Abu Bakar dengan menyandang pedangnya di dekat Rasulullah. Tidak seorang pun yang bisa mendekat kepada Abu Bakar. Dialah orang yang paling pemberani.“</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Bukhari meriwayatkan bahwa ‚Urwah  bin AZ Zubair pernah bertanya kepada Abdullah bin `Amr bin Al`Ash tentang peristiwa paling dahsyat yang ditimpakan kaum musyrikin kepada Rasullullah.</p>
<p style="text-align:justify;">Abdullah bin `Amr pun menceritakan, „Waktu itu aku melihat `Uqbah bin Abi Mu`ith mendatangi Nabi yang sedang shalat, kemudianmenjeratkan selendangnya ke leher beliau dan mencekik beliau kuat-kuat.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka datanglah Abu Bakar hingga bisa membebaskan Nabi dari `Uqbah. Abu Bakar pun berkata, „Apakah kalian ingin membunuh seseorang yang mengatakan bahwa Rabbku adalah Allah, sementara dia datang kepada kalian membawa keterangan yang jelas dari Rabb kalian?“</p>
<p style="text-align:justify;">Tidakkah kalian melihat, wahai anak-anakku, betapa Abu Bakar benar-benar orang yang paling pemberani?</p>
<p style="text-align:justify;">Beliau selalu terjun dalam peperangan bersama Rasullullah dan berhijrah di jalan agama beliau, serta memerangi orang-orang yang murtad dari islam. Semoga Allah meridhlainya dan mnjadikannya ridla kepada Allah, serta menempatkannya di surga-Nya yang luas.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://img74.imageshack.us/img74/582/67169832hr1.jpg" alt="" width="522" height="332" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suaraamira.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suaraamira.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=26&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2008/07/06/sahabat-pemetik-janji-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img74.imageshack.us/img74/2194/82678578zn5.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://img74.imageshack.us/img74/582/67169832hr1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>MEMEGANG JANJI</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/10/memegang-janji/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/10/memegang-janji/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 10:24:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/10/memegang-janji/</guid>
		<description><![CDATA[Di Benua Eropa, dahulu ada Negara Andalusia yang sekarang lebih dikenal sebagai Negara Sepanyol. Andalusia dikuasai oleh seorang raja yang kejam bernama Roderick, sehingga rakyatnya merasa tidak nyaman. Melihat rakyat Andalusia yang terjajah di negerinya sendiri, tentara Muslim dari Arab datang ke Andalusia di bawah Panglima Tariq bin Ziyad untuk membebaskan mereka. Rakyat Andalusia menyambutnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=24&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Di Benua Eropa, dahulu ada Negara Andalusia yang sekarang lebih dikenal sebagai Negara Sepanyol. Andalusia dikuasai oleh seorang raja yang kejam bernama Roderick, sehingga rakyatnya merasa tidak nyaman.</p>
<p align="justify">Melihat rakyat Andalusia yang terjajah di negerinya sendiri, tentara Muslim dari Arab datang ke Andalusia di bawah Panglima Tariq bin Ziyad untuk membebaskan mereka. Rakyat Andalusia menyambutnya dengan senang. Apalagi, setelah mereka benar-benar membebaskan rakyat dari kekejaman Roderick.</p>
<p align="justify">Sejak saat itu banyak pedagang islam dari Arab berdatangan ke Andalusia. Karena mereka bersikap ramah dan jujur, rakyat Andalusia menerima mereka dengan baik.</p>
<p align="justify">Mereka kemudian menjalin persahabatan meskipun mereka berbeda agama. Bahkan, banyak orang Arab yang kemudian menetap di Andalusia.</p>
<p align="justify">Akan tetapi, tidak selamanya bersahabatan berjalan mulus. Suatu ketika ada seorang pemuda dari bangsa arab berkelahi dengan pemuda bangsa Andalusia.</p>
<p align="justify">Pemuda Andalusia dan pemuda arab sama-sama mencabut pisau. Mereka saling menyeranguntuk mempertahankan diri. Ternyata pemuda Arab kalah dan terbunuh. Melihat lawannya meninggal, pemuda Andalisia it uterus melarikan diri hingga berhenti di depan sebiah rumah dengan dengan pekarangan yang sangat luas. Di sana dia melihat, seorang laki-laki tua duduk di beranda.</p>
<p align="justify">“Pak saya minta tolong”, kata pemuda Andalusia, tanpa permisi terlebih dahulu, dia sangat terburu-buru. “Saya sedang dikejar-kejar orang” sambungnya.</p>
<p align="justify">Laki-laki tua itu berdiri. “Kalau begitu, masuklah ke rumahku. Bersembunyilah di dalam salah satu kamar. Kamu akan aman di sini, “Ujarnya”<br />
Pemuda Andalusia itu bergegas memasuki rumah dan bersembunyi di sebuah kamar.</p>
<p align="justify">Tidak lama kemudia, orang-orang berdatangan ke rumah tersebut. Suara mereka rebut sekali sehingga tidak jelas apa yang sedang mereka bicarakan, apalagi mereka berbicara dalam bahasa Arab. Kemudian terdengar ada suara perempuan menjerit histeris dan menangis.</p>
<p align="justify">Pemuda Andalusia tidak tahu apa gerangan yang tengah terjadi di luar sana. Dia panasaran. Pelan-pelan dia memanggil seorang pelayan di rumah itu yang kebetulan melewati kamar tempat persembunyiannya.</p>
<p align="justify">“Ada apa. Tuan? Tanya pelayan di rumah itu agak kaget. “Apa yang terjadi di luar? Kenapa perempuan itu menangis histeris?” Tanya pemuda Andalsia. “oh, perempuan itu menangisi suaminya yang terbunuh, Tua, “Jawab pelayan.. “Memangnya, siapa perempuan itu ? Tanya Pemuda Andalusia. “Menantu majikan saya, Tuan” Tenggorokan Pemuda Andalusia itu agak tersekat, “Jadi, laki-laki yang tewas terbunuh itu anak pemilik rumah ini ?” “Iya. Menurut kabar anak laki-aki majikan saya tewas karena di bunuh Pemuda Andalusia.”</p>
<p align="justify">BRRR! Seluruh tubuh pemuda Andalusia itu langsung gemetar. Dia merasa maut sudah berada di pelupuk matanya. Ternyata, Pemuda Arab yang dibunuhnya adalah anak pemilik rumah ni!.</p>
<p align="justify">Laki-laki pemilik rumah itu tidak lama kemdian memasuki kamar persembunyian Pemuda Andalusia. “Anak muda, orang yang telah kamu bunuh itu anak lelakiku,”kata pemilik rumah itu. Dia tampak sangat berduka.</p>
<p align="justify">Pemuda Andalusia itu menjatuh dirinya dan berlutut. Berkali-kali dia minta maaf dan mengajukan penyesalannya yang sangat dalam. “”Berdirilah,” kata laki-laki pemilik rumah itu “Kamu tidak usah khawatir. Sekalipun telah membunuh anakku, kamu adalah tamku. Aku telah berjanji untuk melindungi kam. Janji itu akan aku tepati. Mari ikut denganku!”</p>
<p align="justify">Pemuda Adalusia mengikuti laki-laki pemilik rumah itu. Ternyata dia diajak keluar ewat pintu belakang. Di belakang rumah telah disiapkan eekor kuda dengan pelana dan bekal perjalanan.</p>
<p align="justify">“”Sekarang pergilah! Selamatkan diri kamu dari orang-orang ang mengejarmu,” pesan lai-laki pemilik rumah tu. Semoga kamu selamat.”</p>
<p align="justify">Pemuda Andalusia itu heran sekaligus amat senang. Dia mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga. Lalu meloncat ke punggung kuda dan memacunya kencang-kencang. Di tengah perjalanan Pemuda Andalusia itu termenung memikirkan peristiwa yang baru sja dialaminya. “Orang Islam itu ternyata sangat pemaaf dan tidak mengingkari janjinya” gumamnya kepada dirinya sendiri.</p>
<p align="justify">Dia terus memacu kudanya dengan kencan, menghindari orang –orang yang mengejarnya. Apaka dia akan selamat? Hanya Allah yang tahu.</p>
<p align="justify">Pesan dari cerita ini adalah :</p>
<p align="justify">Janji adalah utang. Jadi sepahit apa pun janji itu harus ditepati. Asalkan bukan janji untuk melanggar larangan Allah Swt.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://img68.imageshack.us/img68/2732/88016687kj7.jpg" alt="" width="461" height="320" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suaraamira.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suaraamira.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=24&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/10/memegang-janji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img68.imageshack.us/img68/2732/88016687kj7.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>SURGA BUATAN SYADDAD</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/10/surga-buatan-syaddad/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/10/surga-buatan-syaddad/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Mar 2008 10:18:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/10/surga-buatan-syaddad/</guid>
		<description><![CDATA[Surga adalah tempat orang saleh, bukan sebaliknya. Surga hanya dibuat oleh Allah Swt., bukan oleh manusia. Akan tetapi, Syahddad tidak percaya, dia yakin bisa membuat surga di dunia. Dengan surga buatan itu dia ingin menyaingi surga yang sebenarnya di akhirat. Syaddad adalah seorang seorang raja yang kaya raya. Dia mewarisi kerajaan dari ayahnya. Dia terasuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=23&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Surga adalah tempat orang saleh, bukan sebaliknya. Surga hanya dibuat oleh Allah Swt., bukan oleh manusia.<br />
Akan tetapi, Syahddad tidak percaya, dia yakin bisa membuat surga di dunia. Dengan surga buatan itu dia ingin menyaingi surga yang sebenarnya di akhirat.</p>
<p align="justify">Syaddad adalah seorang seorang raja yang kaya raya. Dia mewarisi kerajaan dari ayahnya. Dia terasuk orang-orang yang tidak mempercayai adanaya Alah.<br />
Syaddad hidup pada zaman Nabi Hud. Pada saat itu, mereka menyembah berhala yang diberi nama Shamud dan Al Hatar.</p>
<p align="justify">Berkali-kali Nabi Hud mengajak menyembah Allah Swt., tetapi ditentang. Bahkan harapan bahwa kelak ak mendapat surga pun tidak mempan. Makanya, Raja Syaddad membuat surga sendiri. Syaddad lalu mengumpulkan para menterinya.</p>
<p align="justify">“Hud menceritakan bahwa tuhannya mempunyai surga yang indah, yang dialiri sungai-sungai di bawahnya, dipenuhi bidadari cantik jelita, “kata Syaddad. Para menteri mendengarkan dengan serius.</p>
<p align="justify">“Surga itu diperuntukkan bagi manusia yang mau beriman dan bertakwa. Aku akan membuat surga seperti itu di dunia. Suga itu akan aku berikan kepada orang-orang yang pauh dan taat kepadaku,”</p>
<p align="justify">“Wahai Tuhanku, pnguasa dunia !” kata salah seorang menteri. “Kami mendukung rencana Tuan, “sambungnya.<br />
Syaddad lalu memerintahkan para menteri mencari tempat yang cocok untuk membangun surga. Tempat itu harus dialiri sungaisungai, dirimbuni pepohonan, dan berudara sejuk.</p>
<p align="justify">Setelah tempat itu ditemukan, penduduk dikerahkan untuk membangun surga dengan kerja paksa. Emas, perak, intan, berlian, zamrud, yakut, safir dan batu-batu mulia lainnya juga dikumpulan dari seluruh pelosok negeri.</p>
<p align="justify">Surga buatan Syaddad itu pun terwujud. Sungai-sungai mengalir, pohon-pohon ribun dan sejuk. Gedung-gedung menjulang tinggi dihiasi emas dan perak bertahtakan intan berlian. Minyak wangi dituangkan di semua tempat untuk mengharumkan surga buatan itu.</p>
<p align="justify">Sekarang Syaddad merasa sudah bisa menyangi Tuhan dengan surga buatan yang diberinya nama iram. Hanya saying, beberapa hari setelah surga tersebut dinimakti, badai topan datang menghancurkan semuanya.</p>
<p align="justify">Pesan dari cerita ini adalah :<br />
Sehebat apapun manusia, dia tidak ungkin mapu menyaingi Tuhan. Oleh karena itu alangkah baiknya jika kita beriman dan bertakwa kepada-Nya, bukan menetang-Nya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suaraamira.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suaraamira.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=23&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/10/surga-buatan-syaddad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KENDERAAN KE BAITULLAH</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/09/kenderaan-ke-baitullah/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/09/kenderaan-ke-baitullah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Mar 2008 13:27:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Seorang pemuda gagah naik unta di padang pasir yang terik. Unta itu masih muda dan kuat. Pemuda itu sedang menuju ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Di tengah padang pasir, pemuda tersebut mlihat seorang llaki tua sedang berjalan kaki. Lelaki tua itu sendirian. Pemuda tersebut terheran-heran dibuatnya. “Orang itu pasti gila,” pikir si Pemuda. “Berjalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=21&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font face="Times New Roman">Seorang pemuda gagah naik unta di padang pasir yang terik. Unta itu masih muda dan kuat. Pemuda itu sedang menuju ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Di tengah padang pasir, pemuda tersebut mlihat seorang llaki tua sedang berjalan kaki. Lelaki tua itu sendirian. Pemuda tersebut terheran-heran dibuatnya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">“Orang itu pasti gila,” pikir si Pemuda. “Berjalan kaki sendirian di padang pasir begini. Dia bisa tersesat atau mati kepanasan dan kehausan.”</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Pemuda itu ingin tahu. Dia menghentikan untanya di dekat lelaki tua itu dan segera turun.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Maaf, menggangg perjalanan Bapak,” sapa si Pemuda. “Bapak mau pergi ke mana?” tanyanya kemudian. </font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">“Insya Allah aku akan ke Baitullah, “Jawab orang tua itu. Baitullah adalah kabah di Mekah. Orang pergi ke Baitullah tentu akan melakukan thawaf (berjalan mengelilingi Kabah). Pada musim haji, thawaf di Kabah merupakan salah satu rukun haji. Si pemuda berunta pun akan menunaikan ibadah haji.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Pemuda itu menggelengkan kepala, “Masya Allah, bapak ini bagaimana? Baitullah itu jauh sekali. Semua orang ke sana naik kenderaan. Tidak berjalan aki seperti Bapak. Bagaimana Bapak bisa sampai ke sana?” ujarnya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">“Lho, aku juga berkenderaan,” kata orang tua itu tanpa diduga.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Si Pemuda itu semakin yakin bahwa orang tua itu gila. Dia berjalan kaki, tetapi merasa naik kenderaan. Kalau bukan orang gila, apa coba?</font></p>
<p><font face="Times New Roman">“Bapak, kan berjalan kaki ?” kata pemuda itu. “”Siapa bilang? Kamu tidak melihat kenderaanku?” Pemuda itu makin kebingungkan. Ah, dasar orang gila. Ada apa saja, pikirnya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">“Dengar baik-baik ya. Saat aku melewati jalan yang sulit dan mendaki, kugunakan kenderaan yang bernama sabar. Jika jalannya muah, lurus, dan datar, kegunakan kenderaan syukur,”kata orang tua itu.</font></p>
<p style="text-align:justify;margin:0;" class="MsoNormal"><font face="Times New Roman">Si Pemuda terdiam mendengarkan. “Jika takdir membuatku tidak sampai ke tujuan, gunakan kenderaan ridha. Jika aku tersesat atau menjumpai jalan buntu, kugunakan kenderaan tawakal. Itulah kenderaan menuju Baitllah, anak muda,” orang tua melanjutkan.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Mendengar kalimat panjang orang tua tersebut, si pemuda tersekat. Dia tidak menyangka orang tua itu begitu bijak. Dia akin beliau seorang ulama yang berilmu, bukan orang gila yang dia duga sebelumnya.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Siapakah sebenarnya orang tua itu ? Dia adalah Ibrahim bin Adham, seorang ulama besar yang sangat terkenal kebijakannya. Dia sering mengucapkan kata-kata hikmah, seperi yang telah diucapkannya kepada anak muda berinta itu.</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Pesan dari cerita ini adalah :</font></p>
<p><font face="Times New Roman">Apa yang ada di pikiran orang tua terkadang jauh berbeda dengan pikiran orang muda. Pikiran mereka jauh lebih bijak karena lebih berpengalaman.</font></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suaraamira.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suaraamira.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=21&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/09/kenderaan-ke-baitullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tikar Kulit Pohon Kurma</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/07/tikar-kulit-pohon-kurma/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/07/tikar-kulit-pohon-kurma/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 13:52:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Umar bin Khatab berkunjung ke rumah Rasullulah tiba-tiba dia ditahan oleh seorang laki-laki Negro yang selama ini menjadi pembantu di rumah Rasulullah. &#8220;Ada apa? tanya Umar penasaran. &#8220;Saya diamanahi supaya menunda siapa pun yang akan berkunjung ke rumah Rasullullah, &#8220;Jawab orang Negro. &#8220;Oh, baiklah. Tapi, tolong sampaikan kepada Rasulullah, Umar datang, kata Umar bin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=19&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika Umar bin Khatab berkunjung ke rumah Rasullulah tiba-tiba dia ditahan oleh seorang laki-laki Negro yang selama ini menjadi pembantu di rumah Rasulullah.<br />
&#8220;Ada apa? tanya Umar penasaran.<br />
&#8220;Saya diamanahi supaya menunda siapa pun yang akan berkunjung ke rumah Rasullullah, &#8220;Jawab orang Negro.<br />
&#8220;Oh, baiklah. Tapi, tolong sampaikan kepada Rasulullah, Umar datang, kata Umar bin Khatab kemudian.<br />
Orang Negro itu masuk ke dalam rumah Rasullullah. Tak lama kemudian, dia keluar.<br />
&#8220;Bagaimana? Apa kata Rasullullah? &#8221; tanya umar penasaran.<br />
&#8220;Beliau diam saja, &#8220;Jawab orang Negro.<br />
&#8220;Coba kamu masuk lagi dan sampaikan lagi kalau Umar datang.&#8221;<br />
Orang Negro itu masuk rumah lagi dan menyampaikan  pesan Umar kepada Rasulullah. Tidak lama kemudian, orang Negro itu keluar.<br />
&#8220;Rasulullah tidak bilang apa-apa,&#8221; kata orang Negro kepada Umat bin Khathab.</p>
<p>Jika Rasulullah tidak bersedia menemui sahabatnya yang berkunjung, tentu ada apa-apa, pikir Umar. Dia mencob sekali lagi. &#8220;katakan sekali lagi,&#8221; kata Umar kepada Negro itu. &#8220;Barangkali sekarang Rasulullah mau mendengar dan mau menyampaikan pesan apa pun.&#8221;</p>
<p>Orang Negro itu masuk lagi, kali ini Umar mengikutinya. Begitu tiba di dalam, dia melihat Rasulullah sedang berbaring di atas selembar tikar anyaman kulit pohon korma. Tikar itu sudah usang dan menjadi perabotan satu satunya di ruangan itu. Hati Umar tercekat. Begitu miskinnya Nabi Allah itu.<br />
Rasulullah lantas menemui Umar. Saat itu, tampak bekas anyaman tukar di tubuh dan pipi Rasulullah. Umar sedih bukan main.</p>
<p>&#8220;Ya, Rasulullah&#8221; ujar Umar. &#8220;Mengapa anda menjalani hidup seperti ini ? Para Kaisar seharusnya bisa menikmati harta dan kemewahan, sementara anda menjalani hidup demikian miskin.&#8221; Apa yang disampaikan Umar ternyata mengusik Rasulullah, Belaiau berdiri.</p>
<p>&#8220;Wahai Umar, apa kamu telah dibutakan oleh dunia? Apa kamu kira tidak memiliki harta benda itu merugikan ? Demi Allah, harta benda macam itu kelak akan menjadi beban di akhirat.&#8221; Umar terdiam. Begitulah kehidupan Nabi Besar Muhammad saw.</p>
<p>Pesan dari cerita ini adalah :<br />
Tidak memiliki harta benda bukan berarti miskin. Masih banyak harta yang bisa kita miliki selain harta benda, misalnya kesehatan, kepandaiaan dan sebagainya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suaraamira.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suaraamira.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=19&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/07/tikar-kulit-pohon-kurma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PERUT RASULLULLAH KERONCONGAN</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/07/perut-rasullullah-keroncongan/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/07/perut-rasullullah-keroncongan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 13:26:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[PERUT RASULLULLAH KERONCONGAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/07/perut-rasullullah-keroncongan/</guid>
		<description><![CDATA[Nabi Muhammad Saw. Seorang pemimpin umat yang sangat mulia. Beliau orang besar, sangat ditaati umatnya. Tetapi, beliau hidup sangat sederhana . Beliau sering menderita kelaparan. Rasulullah sering tidak makan selama berhari-hari karena tidak punya makanan yang bisa dimakan. Rasulullah jarang sekali makan selama tiga hari berturut-turut. Pasti ada hari yang dilewati Rasulullah tanpa makan. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=18&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nabi Muhammad Saw. Seorang pemimpin umat yang sangat mulia. Beliau orang besar, sangat ditaati umatnya. Tetapi, beliau hidup sangat sederhana . Beliau sering menderita kelaparan. Rasulullah sering tidak makan selama berhari-hari karena tidak punya makanan yang bisa dimakan. Rasulullah jarang sekali makan selama tiga hari berturut-turut. Pasti ada hari yang dilewati Rasulullah tanpa makan.</p>
<p>Pada suatu malam, Rasulullah mngimami shalat isya berjamaah di Misjid Nabawi. Para sahabat menjadi makmum, seperti biasanya. Tiba-tiba saja, di tengah shalat para sahabat mendengar buni berkerutuk-kerutuk dari tubuh Rasulullah.<br />
Setiap kali Rasullullah ruku’ atau sujud, bunyi itu terdngar jelas. Seperti tulang-tulang yang patah. Membuat para sahabat sangat cemas.<br />
<span id="more-18"></span><br />
Setelah shalat selesai, para sahabat bertanya. “Ya Rasullullah, apakah anda sedang sakit? Tanya Umar bin Khattab.<br />
Rasulullah menggeleng. “Alhamdulillah, aku sehat-sehat saja. “Jawab Rasulullah. “Tetapi mengapa setiap kali anda menggerakkan tubuh terdengar bunyi tulang-belulang berkerutukan ?” Rasulullah tersenum, “Tidak, tulang-tulangku tidak berkerutukan.”</p>
<p>Ya, Rasulullah. Kami sungguh mendengarnya!” kata Abu Bakar Ash Shidiq menegaskan.</p>
<p>Para sahabat yang lain membenarkan. Musha’b bin Umar, Salman Al Farisi, Abdullah bin Mas’ud, semuana mendengar bunyi berkerutuk itu. Mereka mendesak Rasullullah untuk berterus terang.</p>
<p>“Baiklah,” kata Rasulullah beberapa kemudian “Inilah yang membuat tubuhku berbunyi.” Rasululah lalu membuka baju gamis (kemeja) yang dikenakannya. Tampak d perut Rasulullah ada selembar kain yang diikatkan melilit perut itu. Di dalam kain itu ada batu-batu keikil. Batu-batu kerikil itulah yang berbunyi setiap kali Rasululah ergerak dalam shalat.</p>
<p>Para sahabat mengangguk-angguk. Mereka tahu apa yang dilakukan Rasullulah. Mengikatkan batu d perut adalah cara orang Aab pada masa itu untuk menahanlapar. Batu-batu itu digunakan sebagai pengganjal perut yang kempis dan sakit karena lapar.</p>
<p>“Ya, Rasulullah” Umar bin Khatab terharu. “Mengapa Anda sampai melakukan hal seperti ini ? Apa anda mengira kalau anda lapar, kami tidak ersedia memberi makanan? Kami hidup berkecukupan. Bahkan banyak diantara kami yang hidup ewah, sementara anda kelaparan seperti ini!” lajutnya panjang lebar.</p>
<p>“”Ak tahu, kalian adalah orang-orang yang setia kepadaku. Jangankan makanan, jika nyawa yang kuminta pun kalian pasti akan memberikannya,” kata Rasulullah “Tetapi, di mana kelak akan kuletakkan mukaku di hadapan pengadilan Allah, karena aku sebagai pemimpin telah memberatkan orang-orang yang kupimpin ?”</p>
<p>Para sahabat terdiam. Mereka tahu Rasulullah selalu begitu. Mementingkan kesejahteraan umatnya daripada dirinya sendiri.</p>
<p>Pesan dari cerita in adalah :<br />
Pemimpin yang baik adalah mereka yang mendahulukan kepentingan orang-orang yang dipimpinnya, daripada dirinya sendiri.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suaraamira.wordpress.com/18/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suaraamira.wordpress.com/18/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=18&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/07/perut-rasullullah-keroncongan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IBLIS DAN ORANG SALEH</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/03/iblis-dan-orang-saleh/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/03/iblis-dan-orang-saleh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 14:21:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Iblis berada di dunia ini tugasnya menggoda manusia dengan berbagai cara agar manusia menjadi sesat dan kelak menjadi penghuni neraka. Suatu kali ada sebuah pohon besar yang dihuni iblis. Pohon itu disembah-sembah oleh manusia. Iblis itu senang sekali karena manusia telah sesat menyembah pohon yang dihuninya, bukan menyembah Allah Swt. Orang saleh yang melihat ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=17&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iblis berada di dunia ini tugasnya menggoda manusia dengan berbagai cara agar manusia menjadi sesat dan kelak menjadi penghuni neraka. Suatu kali ada sebuah pohon besar yang dihuni iblis. Pohon itu disembah-sembah oleh manusia. Iblis itu senang sekali karena manusia telah sesat menyembah pohon yang dihuninya, bukan menyembah Allah Swt.</p>
<p>Orang saleh yang melihat ada pohon disembah-sembah oleh manusia langsung geram.Dia akan menebang pohon itu agar orang berhenti menyembahnya. Dia ambil kampak untuk menebang pohon, iblis yang mengetahui maksud orang saleh tersebut segera mencegat.</p>
<p>&#8220;Hai, kamu mau kemana?&#8221; tanya iblis.</p>
<p>&#8220;Menebang pohon yang disembah sebagai Tuhan itu, &#8220;jawab orang saleh.</p>
<p>&#8220;Sungguh, tolong jangan lakukan itu!&#8221; Iblis menghalang-halangi langkah orang saleh.</p>
<p>Orang saleh itu memukul iblis. Seketika iblis tersungkur jatuh.</p>
<p>&#8220;Ampuni aku, wahai orang saleh,&#8221; pinta iblis.</p>
<p>&#8220;Baik, tapi sekarang juga kamu harus pergi !&#8221; kata orang saleh. Iblis mengangguk, &#8220;Aku mohon kamu jangan menebang pohon itu, &#8220;Katanya lagi,&#8221;Jika kamu tidak menebang pohon itu, setiap hariaku akan memberi kamu sekeping uang emas, &#8220;Iblis memberi iming-iming.</p>
<p>Sekeping uang emas sehari ? Orang saleh itu tergiur. Kalau sehari mendapatkan sekepng uang emas, tentu dia akan menjadi kaya raya.</p>
<p>&#8220;Kalau begitu , baiklah. Aku tidak akan menebang pohon itu., tapi ingat, kamu harus memberikan sekeping uang emas kepadaku setiap hari! &#8221; kata orang saleh.</p>
<p>Orang saleh kembali ke rumahnya. Dia menunggu iblis datang untuk menyerahkan sekeping uang emas seperti yang dijanjikan. TYetapi, apa yang terjadi pada keesokan harinya ? Iblis ingkar janji. Hari berikutnya, iblis tidak datang juga membawa uang emas.</p>
<p>Orang saleh marah karena merasa ditipu iblis. Dia lantas mengambil kampak dan bergegas akan menebang pohon yang disembah itu.</p>
<p>Iblis segera mencegat di jalan, &#8220;Mau ke mana ? tanyanya kepada orang saleh.</p>
<p>&#8220;Aku akan menebang pohon itu karena kamu ingkar janji !&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak bisa ! Kamu tidak bisa menebang pohon itu.</p>
<p>Iblis menghadang di tengah jalan. Orang saleh memukulnya. Ternyata iblis tidak apa-apa. Iblis malah tertawa-tawa dan membalas pukulannya.</p>
<p>Orang saleh tersebut jatuh tersungkur. Dia kalah melawan iblis. Padahal, kemarin dia menang dengan mudah. Dia heran bukan main.</p>
<p>&#8220;Mengapa kamu bisa mengalahkan aku ? &#8220;tanya orang saleh kepada iblis. Iblis tertawa terbahak-bahak, &#8220;Orang saleh, kemarin kamu akan menebang pohon itu dengan ikhlas untuk menegakkan agama Allah. Sekarang kamu akan menebang pohon itu karena kamu kecewa aku telah ingkar janji. Kamu tidak ikhlas menegakkan agama Allah lagi. Orang seperti itu sangat mudah kukalahkan !&#8221;</p>
<p>Astaghfirullah, &#8221; Orang saleh itu tersadar dari kekeliruannya. Dia bersujud, memohon ampun kepada Allah Swt. Dia telah sesat karena mau disuap oleh iblis. Padahal, iblis hanya mencoba menyesatkan manusia ke jalan yang sesat dan dibenci oleh Allah dengan berbagai macam cara.</p>
<p>Pesan dari cerita ini adalah:</p>
<p>Setiap kali kita akan melakukan segala kebaikan, sebaiknya dilakukan dengan ikhlas sehingga tidak mudah digoyahkan oleh siapa pun, termasuk iblis.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suaraamira.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suaraamira.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=17&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/03/iblis-dan-orang-saleh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ABDULLAH ANAK KHALIFAH</title>
		<link>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/03/abdullah-anak-khalifah/</link>
		<comments>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/03/abdullah-anak-khalifah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 13:46:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suaraamira</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[khalifah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suaraamira.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Ummar bin Khattab mempunyai anak bernama Abdullah bin Umar. Pada saat itu beliau menjadi seorang kepala Negara dan pemimpin umat Islam. Meskipun anak seorang kepala Negara, Abdullah tidak pernah memakai baju bagus, dia malah memakai baju yang penuh tambalan sehingga diejek teman-temannya. “Ayah kamu seorang kepala Negara. Tapi, kenapa baju kamu penuh tambalanseperti anak gelandangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=16&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ummar bin Khattab mempunyai anak bernama Abdullah bin Umar. Pada saat itu beliau menjadi seorang kepala Negara dan pemimpin umat Islam. Meskipun anak seorang kepala Negara, Abdullah tidak pernah memakai baju bagus, dia malah memakai baju yang penuh tambalan sehingga diejek teman-temannya.</p>
<p>“Ayah kamu seorang kepala Negara. Tapi, kenapa baju kamu penuh tambalanseperti anak gelandangan ?” kata seorang teman Abdullah.<br />
<span id="more-16"></span><br />
“Coba kita itung berapa jum lah tambalan di baju Abdullah” kata yang lain. Mereka beramai-ramai menghitung tambalan di baju Abdullah. Mereka tertawa-tawa dan mengejek.</p>
<p>Abdullah diam saja. Lalu, dia pulang sambil mnangis.<br />
“Kamu kenapa Abdullah?” Tanya Khalifah Umar kepada anak lelakina itu.<br />
“Teman-teman menghitung tambalan bajuku, Ayah,” jawab Abdullah sambil menyeka air matanya.<br />
“Memangnya berapa jumlah tambalan di baju kamu ?”<br />
“Empat belas”</p>
<p>Khalifah Umar termenung. Meskipun saat ini belay seorang kepala Negara,dia hidup miskin. Tinggalnya juga bukan di istina, melainkan di rumah biasa, rumah sendiri sejak dia belum menjadi khalifah.<br />
Khalifah Umar sadar, baju anaknya sudah harus diganti. Dia ingin membelikan baju baru bagi Abdullah, tetapi dia tidak punya uang.<br />
&#8220;Aku akan meminjam uang dari Baitulmal,&#8221; ikir Khalifah Umar.<br />
Baitulmal adalah kas negara. Uang Baitulmal milik negara dan digunakan untuk kepentingan negara. Gaji Khalifah Umar sebagai kepala negara di ambil dari Baitulmal.</p>
<p>Khalifah Umar pun menulis surat kepada bendahara Baitulmal, yaitu orang yang bertugas menjaga keuangan negara. Isi surat Khalifah singkat saja.</p>
<p>Kepada Yth.<br />
Bendahara Baitulmal.<br />
Dengan surat ini, saya mohon pinjaman uang sebesar 4 dirham dari Baitulmal. Insya Allah, pinjaman tersebut akan saya kembalikan bulan depan setelah saya menerima gaji dari Baitulmal.</p>
<p>Bendahara Baitulmal membaca surat itu lalu menulis balasannya.<br />
Kepada Yth.<br />
Khalifah Umar bin Khathab.<br />
Surat anda telah saya baca dan saya pahami isinya. Saya ingin bertanya kepada anda, apakah anda bisa menjamin bahwa anda masih hidup sampai bulan depan untuk mengembalikan pinjaman tersebut ?<br />
Seandainya ajal menjemput anda sebelum bulan depan,apakah anda bisa mempertanggungjawabkan di hadapan Allah ?</p>
<p>Membaca surat balasan dari bendahara Baitulmal itu, Khalifah Umar menangis tersedu-sedu. Dia sadar, umurnya belum tentu sampai bulan depan. Hanya Allah yang tahu kapan seseorang bisa hidup atau mati. Jika bulan depan dia meninggal, dia tidak bisa mengembalikan uang Baitulmal yang dipinjamnya. Padahal, Baitulmal adalah harta negara yang berasal dari rakyat.</p>
<p>Khalifah Umar urung meminjam uang Baitulmal untuk membelikan baju anak lelakinya.<br />
&#8220;Tetaplah pakai bajumu yang rombeng itu,&#8221; katanya kepada Abullah. Abdullah tidak jadi memakai baju baru., dia terus diejek teman-temannya karena bajunya penuh tambalan.</p>
<p>Pesan dari cerita ini adalah:<br />
Usia manusia itu telah ditentukan oleh Allah Swt.. Oleh karena itu, manfaatkan sebaik mungkin usia yang telh diberikan kepada kita karena kita tidak pernah tahu kapan usia kita akan berakhir.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/suaraamira.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/suaraamira.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/suaraamira.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/suaraamira.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/suaraamira.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/suaraamira.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/suaraamira.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/suaraamira.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/suaraamira.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/suaraamira.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/suaraamira.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/suaraamira.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/suaraamira.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/suaraamira.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/suaraamira.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/suaraamira.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=suaraamira.wordpress.com&amp;blog=2693384&amp;post=16&amp;subd=suaraamira&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suaraamira.wordpress.com/2008/03/03/abdullah-anak-khalifah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fb584306f45da17b9f92897cce010f?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">suaraamira</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
